Metadata Interoperability for Institutional Repositories: A Case Study in Malang City Academic Libraries

Authors
Gani Nur Pramudyo, Muhammad Rosyihan Hendrawan
Keywords
Metadata crosswalks Metadata interoperability Institutional repositories 
Abstract
The aim of this study is to understand, describe, and analyze metadata interoperability in Universitas Brawijaya Library that used Brawijaya Knowledge Garden (BKG) and Eprints software, University of Muhammadiyah Malang Library that used Ganesha Digital Library (GDL) and Eprints software, and Malang State Library that used Muatan Lokal (Mulok) software. This study also discussed supporting and inhibiting factors for interoperability metadata. This study employed a case study-qualitative approach. The finding indicates that the metadata interoperability can be performed by using metadata crosswalks. Implementation metadata crosswalks by mapping BKG fields and GDL Fields to the Dublin Core Metadata Element Set (DCMES). The results in the mapping of appropriate metadata schemes without removing the existing metadata scheme element and demonstrating technical specifications for standard metadata. Open Archives Initiative Protocol for Metadata Harvesting (OAI-PMH) features can use for metadata interoperability in the union catalog that have been being developed by the National Library of Indonesia, called Indonesia OneSearch. The supporting factors in metadata interoperability are standard metadata and a standard protocol for interoperability; whereas, the inhibiting factor is the minimum human resources having metadata capability and the open access policy that has not applied to each academic libraries. All of those academic libraries need to make an effort to external interoperability to union catalogs to improve visibility digital content and applied open access policies.
Free Access for 14 Days
This article distributed and published by Springer Link.

Download here

 

Cite this paper as :
Pramudyo G.N., Hendrawan M.R. (2020) Metadata Interoperability for Institutional Repositories: A Case Study in Malang City Academic Libraries. In: Ishita E., Pang N.L.S., Zhou L. (eds) Digital Libraries at Times of Massive Societal Transition. ICADL 2020. Lecture Notes in Computer Science, vol 12504. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-030-64452-9_33
  • First Online 26 November 2020
  • DOI https://doi.org/10.1007/978-3-030-64452-9_33
  • Print ISBN 978-3-030-64451-2
  • Online ISBN 978-3-030-64452-9
  • This paper is part of the Lecture Notes in Computer Science book series (LNCS, volume 12504)
Categories: Tulisan Ilmiah Tags:

The Role of Information and Documentation Management Officer in Public Information Disclosure Implementation at Local Government (Comparative Study in Malang City Government and Batu City Government)

Authors
Muhammad Rosyihan Hendrawan, Gani Nur Pramudyo
Corresponding Author
Muhammad Rosyihan Hendrawan
DOI
https://doi.org/10.2991/aebmr.k.201116.048
Keywords
information disclosure, information management, public agencies, local government
Abstract
Currently, Indonesia adheres to open government system. The open government system has characteristic of transparency in bureaucracy, public participation in having state, and collaboration between state components. One of supporting factor is public information disclosure to public. Policies regarding all matters relating to public information disclosure have also been regulated in Public Information Disclosure Act Number 14 Year 2008. This act has also been stated that every Public Agency is obliged to form Information and Documentation Management Officer (IDMO). IDMO is an officer who responsible for managing public information in a public agency. This study was descriptive research with qualitative approach that located in two local government which were Malang City and Batu City. The study result concluded that IDMO of Malang City Government and Batu City Government had been guided by Public Information Disclosure Act Number 14 Year 2008 in carrying out their duties and responsibilities. However, not all of public information in the scope of Malang City Government and Batu City Government could be available because of the existence of several institutions or public agencies that were still closed. There were still many people who did not know the functions and the role of IDMO. The researcher recommended to the IDMO of Malang City Government and Batu City Government that they should make a firm action to public institutions that were still closed. Then, routinely hold socialization about IDMO and information disclosure to public. Thus the public would know more about the functions and role of IDMO.
Open Access
This is an open access article distributed under the CC BY-NC license.

Download here

Dosen UB : Perguruan Tinggi Dikatakan Bagus, Jika Mampu Kelola Arsip Dengan Baik

Arsip yang merupakan salah satu sumber data dan informasi dari sebuah kegiatan atau transaksi administrasi menjadi hal penting dalam sebuah organisasi seperti perguruan tinggi. Sehingga sebuah perguruan tinggi dikatakan bagus jika mampu mengolah arsip dengan baik.
“Arsip menyimpan informasi semua kegiatan administrasi secara sederhana hingga pada ragam kegiatan level tertinggi yang bersifat vital dan strategis,”kata  Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) Muhammad Rosyihan Hendrawan.

Arsip pada perguruan tinggi juga mempunyai nilai guna karena akan diperlukan atau digunakan oleh pihak terkait. Setidaknya terdapat lima tujuan dan fungsi penyelenggaraan kearsipan di perguruan tinggi yaitu pertama, sebagai bukti konkret berjalannya penjaminan mutu tridharma, kedua, mendukung dan memfasilitasi administrasi serta pengembangannya, ketiga jaminan adanya bukti kegiatan dan transaksi, serta tersedianya akses terhadap bukti tersebut baik bagi pihak internal maupun eksternal, keempat memperkenalkan penemuan dan diseminasi pengetahuan melalui layanan publik serta kelima melestarikan dan menyediakan memori kolektif yang merupakan identitas dan sumber karya intelektual lembaga.

Sayangnya, meskipun arsip merupakan hal penting pada sebuah perguruan tinggi namun masih banyak para pejabat yang menganggap arsip atau kearsipan hanya terbatas pada “surat menyurat” bahkan “tumpukan dokumen yang siap dimakan usia. “Pemahaman mereka atas masalah kearsipan memang beragam dan terkadang belum mengarah pada suatu konsep yang jelas, oleh karenanya ada yang belum melaksanakan,”katanya.

Hendrawan mengatakan kalaupun dilaksanakan juga masih seadanya. Dia memberikan contoh ketika perguruan tinggi harus berhadapan dengan ragam akreditasi serta monitoring dan evaluasi kegiatan, mereka kalang kabut menghadapinya. Oleh karena itu, untuk mengatur arsip yang baik diperlukan sistem pengelolaan manajemen yang baik terutama terkait kompetensi dan Sumber Daya Manusia pengelola arsip.[hendrawan/Humas UB]

 

Sources click here

Categories: Tulisan Populer, Tulisan Umum Tags:

Pandemic Covid 19 dan Perilaku Informasi Kita

 

Catatan :

Artikel ini dimuat pada Jawa Pos Radar Malang, Minggu 5 April 2020

Categories: Tulisan Populer Tags:

Strategi Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam Penanganan Gangguan Informasi pada Masyarakat

Penulis
Agus Putra Sakti Priambodo, Muhammad Rosyihan Hendrawan, Suryadi Suryadi

Sari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran yang akan dilakukan oleh Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam penanganan gangguan informasi pada masyarakat. Selain itu untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam menangkal gangguan informasi pada masyarakat. Kemudian untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penanganan gangguan informasi. Penelitian ini berlokasi di Jalan Ahmad Yani 116, Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif (Miles, Huberman, dan Saldana, 2014). Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, bahwa strategi PID Polda Jatim dalam penanganan gangguan informasi pada masyarakat dilakukan dengan cara pengawasan dunia maya dan memberikan evaluasi serta pembinaan bagi masyarakat, selain itu Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Kepolisian Daerah Jawa Timur melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi kepada masyarakat secara sistematis dan berkala.

Unduh Teks Lengkap pada :

PDF

 

Categories: Tulisan Ilmiah Tags: